Mengenal Management Trainee

16 Jun 2014

Program Management Trainee (MT) adalah sebuah program perekrutan calon karyawan baru suatu perusahaan yang cukup dikenal di dunia korporasi. Nyaris semua perusahaan ternama di semua bidang industri di dunia melakukan program ini. Dalam perang bisnis korporasi, semua perusahaan berlomba-lomba untuk menemukan talenta terbaik agar dapat memenangkan kompetisi antar mereka. Dari bibit yang baik, konon, akan tercipta karyawan-karyawan yang unggul dan dapat mengakselerasi capaian korporasi ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, tak heran bila seleksi jalur MT lebih ketat dibandingkan dengan proses perekrutan karyawan dari jalur biasa.

Selain itu, program MT juga menitikberatkan pada percepatan atau akselerasi kemampuan untuk menduduki jabatan managerial bahkan pemimpin perusahaan di masa yang akan datang. Anda tahu Agus Martowardoyo? Beliau adalah salah satu contoh sukses program MT. Beliau adalah lulusan MT Citibank. Saat ini beliau menjabat sebagai Gubernur BI, setelah sebelumnya memimpin Kemenkeu.

Persyaratan standar MT biasanya adalah berijasah S1 dengan IPK minimal 3.00, memiliki kemampuan bahasa Inggris sekaligus kemampuan analisa yang bagus dan memiliki pengalaman berorganisasi. Well, bila anda adalah lulusan universitas-universitas ternama di negeri ini (semisal ITB, UI atau UGM) tentu saja akan ada nilai tambah.

Selain persyaratan yang ketat, setelah diterima dalam program MT, maka para trainee akan terlebih dahulu menjalani masa pendidikan dan penempatan kerja secara rotatif di bagian-bagian yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Kalau karyawan biasa hanya akan ditraining sekitar 1 sampai 2 bulan, maka peserta MT bisa menjalani masa in-class training hingga 6 bulan sampai 1 tahun. Bahkan setelah itu masih mungkin ditambah dengan masa penempatan kerja sementara selama kurang lebih 6 bulan juga. Meskipun baru diberi tugas untuk belajar, mereka mereka yang diterima dalam program MT sudah digaji layaknya mereka yang sudah bekerja bahkan diatas standrata-rata karyawan pemula.

Nama program MT di tiap perusahaan berbeda-beda. Di dunia perbankan, nyaris semua bank-bank ternama, baik bank swasta maupun BUMN memiliki nama sendiri untuk program MT mereka. Di Bank Mandiri namanya adalah Officer Development Program (ODP). BRI memberi nama PPS (Program Pengembangan Staf). Bank Indonesia menyebutnya dengan PCPM ( Pendidikan Calon dan Pegawai Muda). BCA punya MDP dan BDP. Di swasta asing, program The Complete Banker milik CIMB Niaga adalah salah satu yang tersohor.

Diakui atau tidak, para MT yang bekerja di perusahaan besar memang memiliki privilege yang tidak dimiliki oleh karyawan hasil rekrutmen biasa. Mereka mendapat bimbingan langsung dari senior management perusahaan, dari General Manager bahkan hingga CEO bisa turun langsung membimbing mereka. Privilege lain tentu saja adalah jenjang karir. Seorang MT dapat mencapai posisi manajer di perusahaan dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan mereka yang berasal dari rekrutmen biasa. Bila melalui jalur MT bisa hanya dibutuhkan 3 sampai 6 tahun dari fresh graduate, apabila karyawan biasa bisa antara 7 hingga 10 tahun, bahkan lebih banyak pula yang tidak bisa mencapai posisi manajer hingga pensiun. Tidak adil? Well, proses rekrutmennya pun juga tidak adil, karena biasanya tahapan seleksi MT jauh lebih banyak dan lebih susah dibandingkan rekrutmen karyawan biasa.

Memang ada beberapa jurusan yang lebih diminati, bahkan dipersyaratkan, pada beberapa program MT di perusahaan. Untuk lulusan Sastra Inggris misalnya, beberapa perusahaan tidak melarangnya artinya, lulusan Sastra Inggris diperbolehkan mendaftar. Jurusan ekonomi, teknik (industri), MIPA hingga pertanian diperbolehkan. Sayangnya memang, saya tidak banyak menemui perusahaan yang memperbolehkan jurusan Pendidikan untuk mendaftar. Mungkin karena korporasi sadar sepenuhnya bahwa tenaga pendidik lebih dibutuhkan oleh lembaga pendidikan kita. Atau karena para pendidik suka menggurui?


TAGS


-

Author

Follow Me